Syaiful Rahman

Syaiful Rahman adalah editor dan trainer MediaGuru. Saat ini baru menulis 14 buku. Ia dapat dihubungi melalui syaiful@gurusiana.id atau 081915522463....

Selengkapnya

Syarat Jadi Penulis

Belakangan ini, grup WA kelas saya dipenuhi pamflet lowongan pekerjaan. Banyak di antara teman-teman kebingungan mencari pekerjaan. Saya mendapat cerita, di antara mereka telah berusaha melamar ke sana-ke sini. Namun, tak satu pun kantor memanggil dirinya. Artinya, mereka tidak diterima.

Ternyata bukan saya saja yang merasa khawatir tidak mendapatkan lapangan pekerjaan. Hampir semua teman-teman, setelah lulus dari bangku perguruan tinggi, ada rasa bingung mau bekerja apa dan di mana. Saat sebelum lulus, semua bingung bagaimana agar skripsi segera selesai. Setelah wisuda, bingung mau bekerja di mana. Semoga tabah!

Salah satu penyebab kebingungan itu adalah kualifikasi. Saya melihat semua lowongan pekerjaan selalu memiliki kualifikasi tertentu. Di antara kualifikasi yang ditentukan, misalnya usia, IPK, tinggi badan, latar belakang pendidikan, dan sebagainya.

Persoalan kualifikasi ini memang menjadi kendala utama. Kebanyakan, pamflet yang saya terima di grup WA, meminta orang yang berlatar belakang teknik. Sementara teman-teman saya, berlatar belakang pendidikan ekonomi. Ketidaksesuaian ini menimbulkan kebingungan dan kepatahhatian. Ah, sok romantis ya kalimatnya?

Tapi, saya tidak akan membahas panjang lebar mengenai kebingungan mencari lowongan pekerjaan. Saya hanya ingin menyampaikan, jika lowongan pekerjaan saja memiliki kualifikasi, lantas bagaimana dengan penulis?

Tentu saja menjadi penulis juga memerlukan kualifikasi. Apa saja kualifikasinya? Saya akan membagi penulis dalam konteks ini menjadi dua golongan. Pertama, penulis instansi. Kedua, penulis lepas. Kalau istilahnya kurang menarik, tidak perlu dipikirkan. Abaikan saja. Fokus pada makna dan konteks.

Beberapa instansi atau perusahaan biasanya membuka lowongan kerja untuk penulis. Jika yang membuka lowongan kerja adalah instansi atau perusahaan, tentu menjadi penulis memerlukan kualifikasi. Baik kualifikasi latar belakang pendidikan atau kualifikasi-kualifikasi lain yang diperlukan selama menjalani profesi penulis dalam perusahaan tersebut.

Akan tetapi, jika menjadi penulis lepas seperti para penulis buku yang sering kita temui, kualifikasinya hanya satu, yaitu menulis. Publik tidak terlalu diribetkan dengan urusan latar belakang pendidikan, IPK, tinggi badan, punya SIM atau tidak, dan sebagainya.

Apa syaratnya? Ya, menulis. Jika ingin menjadi penulis ya menulis. Tidak ada cara lain. Jika ingin menjadi penulis, tapi tidak menulis, berarti sama dengan orang ingin kenyang, tapi tidak makan. Syaratnya untuk bisa kenyang ya makan.

Menjadi penulis juga tidak mengikat gerak seseorang. Meskipun dia seorang pegawai negeri, untuk menjadi penulis tidak perlu berhenti jadi pegawai negeri. Asal menulis maka dia sudah menjadi penulis. Meskipun dia petani, dia tidak perlu berhenti bertani untuk bisa menjadi penulis. Menulis saja maka dia akan menjadi penulis.

Jadi, bagi siapa saja yang ingin menjadi penulis, tidak perlu bingung harus menyiapkan berkas-berkas persyaratan yang rumit. Cukup menulis saja, lalu terbitkan. Tanpa dibayangkan pun, jika kita melakukan itu, kita sudah menjadi penulis. Simpel kan?

Surabaya, 14 Februari 2018

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Makanya punya banyak tips buat kita penulis pemula Salam literasi

14 Feb
Balas

Tipsnya mantaaap Memberikan motivasi kpd pembaca

14 Feb
Balas

Mas Syaiful sudah menerbitkan puluhan buku pak Khoeri,

14 Feb
Balas

Mas Syaiful sudah menerbitkan puluhan buku pak Khoeri, tepatnya 14 buku

14 Feb
Balas

Iya pak. Ngarep dpt bukunya.hhh

14 Feb

La tulisan njenengan mana, mas?

14 Feb
Balas

Maksudnya, Pak?

14 Feb

Siapa tahu dpt buku mas syaiful. Hhh

14 Feb

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali